Bapak sekarang sedang melakukan penelitian berdasarkan judul tersebut di atas. Mohon kepada Ananda semua yang sudah Bapak hubungi melalui emailnya agar menulis komentar yang apresiatif mengenai puisi berikut ini berdasarkan sikap dan nilai kebangsaan yang kalian miliki. Kritik tersebut minimal satu paragraf. Berikut puisinya.
AKU
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
Maret 1943
Novia manissss berkata,
Juli 7, 2009 @ 8:53 am
Klo yg ini Pak, kyaknya kurang bersifat nasionalis deh.. mungkin ada. tapi yah… sedikit kali ya…tpi menurut pndpt saya..
“AKU” lebih dominan pda kpribadian Chairil.. keegoaan atas diri sendiri, dan keinginan pembuktian kpada dunia bahwa seorang Chairil itu ada, yg slama ini hanyalah dianggap pecundang…
puisi ini bagus, ketegapan hati lebih kuat dicondongkan sebagai nilainya.
kata-kata yg mrupakan hak paten seorang Chairil… dan sangat saya suka…;
“AKU MAU HIDUP SERIBU TAHUN LAGI…”
Indah Fitria Sari berkata,
Juli 8, 2009 @ 9:26 am
Ass.
Aku merupakan judul puisi karya Chairil Anwar, yang mungkin karyanya paling terkenal dan juga salah satu puisi paling terkemuka dari Angkatan ’45.” Aku” memiliki tema pemberontakan dari segala bentuk penindasan. Penulisnya ingin “hidup seribu tahun lagi”, namun ia menyadari keterbatasan usianya, dan kalau ajalnya tiba, ia tidak ingin seorangpun untuk meratapinya. bisa dikatakan bahwa puisi ” AKU” merupakan Jati Diri Chairil Anwar, puisi ini bukan hanya dikenal oleh batasan kalangan namun oleh hampir tiap lapisan masyrakat. saya sangat suka puisi ini.
wass.